PORTALBOGOR.COM, JASINGA — Krisis air kembali menghantui para petani di Desa Pangradin, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, hingga saluran irigasi dari Bendungan Cimerek yang selama puluhan tahun menjadi sumber kehidupan warga kini mati total.
Akibatnya, ratusan hektare sawah mengering dan sebagian petani terpaksa berhenti menanam padi karena air tak lagi mengalir ke lahan mereka.
Bendungan Cimerek dulunya dibangun secara swadaya oleh masyarakat desa sebagai upaya menjaga keberlanjutan air untuk pertanian.
Namun, seiring berjalannya waktu dan tanpa perawatan memadai, bendungan kecil itu kini terbengkalai. Retakan di dinding saluran air membuat aliran terputus dan tak mampu menjangkau lahan pertanian warga.
“Dulu dibangun swadaya oleh warga yang punya sawah di sini,” ujar seorang petani setempat yang enggan disebutkan namanya saat ditemui wartawan di area persawahan Batu Lawang Pangradin 1, Sabtu (25/10/2025).
Ia menuturkan, sejak saluran air dari Bendungan Cimerek tak lagi berfungsi, sebagian besar petani memilih membiarkan sawahnya kering.
“Sekarang susah tanam padi, air tidak sampai. Kalau pun hujan, cuma sebentar,” tuturnya.
Kondisi ini memperlihatkan lemahnya perhatian terhadap infrastruktur kecil yang justru menopang kebutuhan dasar masyarakat desa.

Ditengah gencarnya proyek pembangunan skala besar, bendungan rakyat seperti Cimerek sering kali terpinggirkan.