PORTAL BOGOR, Dramaga - Sebaran bebatuan diduga situs bernilai sejarah diantaranya berbentuk Menhir (batu tegak) mirip mata senjata Kujang setinggi 75 Cm dengan lebar 55 cm, ditemukan teronggok tak jauh dari pemakaman warga di Kampung Situ Uncal, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga.
Temuan batu mirip Kujang (senjata tradisional masyarakat Sunda) yang diduga berasal dari era sebelum masa Pajajaran itu, oleh pemerintah Desa Purwasari sudah dilaporkan ke kantor Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Bogor dan telah mendapat kunjungan, termasuk apresiasi dari Atep Sumaryo, Camat Dramaga yang langsung menyambanginya pada Rabu, 3 Juni 2025 guna membuktikan kebenaran temuan bersejarah tersebut.
"Lokasinya ada di atas bukit, dan sudah saya kunjungi pada hari Rabu kemarin," kata Atep Sumaryo.
Camat Dramaga itu menegaskan, apabila sebaran bebatuan yang ada di Desa Purwasari itu adalah benar situs bersejarah.
"Maka keberadaannya dapat menambah perbendaharaan aset cagar budaya bersejarah di Bogor Barat, khususnya di Dramaga," tukasnya.
Moch Yusup Mustopa, Kepala Desa Purwasari menambahkan, temuan dua buah batu tegak salah satunya mirip Kujang yang ada di Kampung Situ Uncal yang diberi nama
Mandala Karesian dan Mandala Karamaan, sudah dilaporkan, dan sudah mendapat kunjungan dari Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor pada tanggal 18 Juni 2025 lalu.
"Lokasinya sudah diteliti oleh tim ahli dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, dan apabila hasil penelitian itu terbukti benar situs bersejarah, maka akan kami jadikan sebagai pelengkap Desa Wisata Purwasari," kata Yusuf Mustopa.
Terpisah, Isak Tumetir Kepala Juru pelihara Situs Purbakala Kabupaten Bogor dari Badan Arkeologie (Balar) Jawa Barat saat dihubungi menyatakan, rangkuman hasil penelitian sementara yang dilakukan oleh tim Ahli dari Disbudpar Kabupaten Bogor pada 18 Juni lalu, sampai detik ini, hasilnya belum dapat dikeluarkan.
"Karena untuk memastikan kebenaran temuan di Desa Purwasari itu benar benar situs bersejarah, harus kembali dilakukan penelitian lanjutan, diantaranya dilakukan Eskavasi (penggalian) untuk mencari bukti bukti tambahan pendukungnya seperti Pecahan Gerabah maupun bukti lainnya," pungkasnya. (Jef)