Resah Karena Aksi Remaja Balap Liar, Masyarakat Dan Pemdes Kiarapandak Buat Polisi Tidur

Resah Karena Aksi Remaja Balap Liar, Masyarakat Dan Pemdes Kiarapandak Buat Polisi Tidur
Pembuatan polisi tidur oleh masyarakat dan Pemdes Kiarapandak karena maraknya aksi balap liar.

PORTALBOGOR.COM, SUKAJAYA - Balap liar yang dilakukan oleh sejumlah remaja di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor telah membuat resah masyarakat dan pemerintah Desa Kiarapandak.

Tak ayal, aksi balap liar dilakukan pada bulan puasa dengan kenalpot brong di Jalan Raya Nyomplong Kiarapandak - Pasirmadang yang berakhir dengan kecelakan.

Balap liar itu pun terekam kamera ponsel dan viral disejumlah sosial media, satu diataranya pada WhatsApp.

Dalam video yang diterima pada Jum'at pagi, terlihat dua joki balap liar beradu kecepatan di Raya Nyomplong Kiarapandak - Pasirmadang.

Terlihat satu orang joki mengenakan topi hitam dan jaket hitam mengendarai motor Honda Vario. Sedangkan satu lagi pria mengenakan jaket putih dan topi merah dengan mengendarai motor matic yang sudah trondol.

Keduanya saling tancap gas juga saling memepet motornya. Baru berjalan beberapa meter, motor Vario hilang kendali dan menabrak sepeda motor dari arah berlawanan.

Dalam video juga memperlihatkan suasana ramai banyak remaja yang berkumpul di lokasi balap liar, tepatnya di Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Saat awak media portalbogor.com mengkonfirmasi kepada Kapolsek Cigudeg yakni Kompol Wagiman, ia mengatakan bahwa kini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait balap liar diwilayahnya tersebut.

"Terimakasih infonya, akan kami cek TKP dahulu," katanya pada Jum'at, 22 Maret 2024.

Tedy selaku Kepala Desa Kiarapandak pun turut membenarkan terkait adanya aksi balap liar di Jalan Raya Nyomplong Kiarapandak-Pasirmadang Kecamatan Sukajaya yang viral dan berujung celaka.

"Iya itu betul, ada aksi balap liar dilokasi jalan tersebut. Saya pas menerima informasi di WhatsApp terkejut, peristiwa balap liar itu viral," ujarnya.

Namun setelah adanya kejadian tersebut, Kepala Desa Kiarapandak langsung menghubungi para RT, RW, dan Kadus setempat untuk mengarahkan agar segera melakukan pencegah solusi supaya tidak terjadi lagi.

"Saya langsung berinisiatif mengintruksikan agar dibuat polisi tidur, untuk sebuah pengamanan. Hal itu agar tidak ada lagi terulang untuk dijadikan tempat aksi balap liar," tuturnya.

Pihaknya mengaku terkejut, apalagi kejadian tersebut merupakan yang pertama di bulan puasa tahun ini.

Tedy mengklaim bahwa aksi balap liar tidak dilakukan oleh warganya, tapi diduga pembalap warga dari Kampung Parigi, Desa Urug.

"Iya itu warga Desa Urug dan yang korban kecelakanya itu Desa Sukajaya," katanya.

"Itu korban sampai tergeletak pingsan, bahkan koma, informasi samapi jam 12 malam itu masih koma dan dilarikan ke RSUD Lewiliang," beber Tedy.

Tedy mengungkapkan bahwa kejadian balap liar harus dipantau juga melalui peran orang tua dan pihak kepolisian.

"Iya saya berharap karena ini tanggung jawab semuanya, untuk orang tuanya dan agar pihak kepolisian pun ikut serta turun memantau," ungkapnya.***

(Dede Surya)