PT BSP Merasa Dikelabui PT Sri Karya Lintasindo Dalam Pengiriman Solar Subsidi, Polsek Cigudeg Lakukan Penyelidikan

PT BSP Merasa Dikelabui PT Sri Karya Lintasindo Dalam Pengiriman Solar Subsidi, Polsek Cigudeg Lakukan Penyelidikan
PT BSP Merasa Dikelabui PT Sri Karya Lintasindo (Foto: Srikaryasukses.com)

PORTAL BOGOR, Cigudeg - PT. Batu Sarana Persada (BSP) angkat bicara terkait adanya dugaan pengiriman solar bersubsidi yang dilakukan PT. Sri Karya Lintasindo (SKL). Kamis, (13/07/2023).

Menanggapi hal itu, Manager Umum PT. BSP, Agus Nurwanto memberikan klarifikasinya kepada awak media. 

Agus menuturkan, bahwa pihak perusahaanya dalam hal ini sebenarnya tidak melakukan kerjasama kepada PT. SKL untuk mengirim solar, akan tetapi bekerjasama dengan perusahaan yang bernama Panca. 

"Kita selama ini perihal solar ini sebetulnya bekerjasama dengan perusahaan Panca," tegas Agus. 

Namun dalam prosesnya, sambung Agus, dirinya tidak mengetahui ternyata yang datang mengirim solar bukan perusahaan Panca, akan tetapi PT. SKL, padahal PT BSP sendiri telah melakukan transaksi kepada Perusahaan Panca.

"Cuma pada prosesnya itu, ternyata dikirim oleh PT. SKL kita tidak paham, ya kalau dari kita taunya pengiriman itu dilakukan oleh Panca. Karena, pembayaran juga kita bayarnya ke Panca bukan ke SKL," jelasnya. 

Lebih lanjut, Agus menuturkan bahwa PT. BSP merasa dikelabui oleh Perusahaan Panca dan sejak terjadinya kejadian tersebut, pihaknya langsung memutus kontrak kerja sama. 

"Tapi untung juga kita segera membaca hal tersebut, maka dari itu kita memutus hubungan dengan PT. Panca karna memutuskan dengan PT. Panca sama saja memutuskan dengan PT. SKL," tutupnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Polsek Cigudeg langsung merespon dengan melakukan penyelidikan ke PT. BSP.

Kapolsek Cigudeg, Kompol Wagiman, menjelaskan bahwa pihaknya kini telah mendalami hal tersebut dengan prosedur yang berlaku. 

"Kemarin anggota sudah cek TKP, dan tanya langsung ke karyawan Perusahan di PT. BSP tersebut.Tapi, karna kejadian sudah lama yaitu Pada 12 Februari 203, anggota akan tanya ke kantor pusat dulu yaitu PT. SKL, saya akan lakukan penyelidikan sesuai SOP. untuk proses penyelidikanya lebih lanjut," tegasnya. (Dede S)