Keluhan Pasien yang Viral di TikTok Dibantah Dirut RSUD Leuwiliang

Keluhan Pasien yang Viral di TikTok Dibantah Dirut RSUD Leuwiliang
Pernyataan RSUD Leuwiliang atas viralnya keluhan pasien pada video di Tiktok .

PORTALBOGOR.COM, LEUWILIANG - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang Kabupaten Bogor membantah keluhan pasien yang viral dimedia sosial TikTok.

Viralnya keluhan dimedia sosial TikTok tersebut diupload oleh akun @SelviDamayanti27.

Dimana pada video viral yang berdurasi sekitar 1 menit 33 detik yang dimuat akun @Selvi Damayanti27 memuat keluhan atas sulitnya mobil ambulan. 

“Mana ada rumah sakit ketika pasien koma membutuhkan ambulans lalu mobil itu diumpetin? Ya itu cuma RSUD Leuwiliang aja,” tulis caption yang diunggah akun TikTok @Selvi Damayanti.

Lebih lanjut, dalam cuitan caption video yang membuat RSUD Leuwiliang kembali viral mengutarakan bahwa ketika itu kakaknya dalam kondisi koma, membutuhkan darah yang banyak sehingga sangat membutuhkan pertolongan.

“Namun amat disayangkan pelayanan RSUD Lewiliang pas membutuhkan ambulans malah diumpetin di gudang rumah sakit," katanya dalam cuitan akun TikTok @Selvi Damayanti27.

Sontak dalam hitungan belasan jam, unggahan video yang memuat keluhan di RSUD Leuwiliang tersebut mendapatkan puluhan ribu tanda suka, ribuan komentar netizen, dan ribuan kali dibagikan.

Berikut, sejumlah tanggapan netizen yang berhasil dilansir Portalbogor.com dari akun TikTok yang viral tersebut.

@cattycimoy: bukan cuman RS Leuwiliang Bogor aja yg gini aq juga ngalamin pelayanan RS di kota ku gitu....

@BLACKSKY_SANTUY: mohon di bantu pak kasus ini @KANG DEDI MULYADI

@Zzzz.Ran: dlu pas lahiran anak ke 2 sc terus di rujuk ke rsud lewiliang kirain teh bagus ternyata pelayanannya jelek, pas operasi dokternya bilang ke asistennya.

@khemi: mungkin ambulan yg di gudang sudah TDK layak pakai untuk merujuk. jd di simpen di gudang ????

@hehe:): udah gak aneh RSUD leuwiliang. gua sekeluarga kalo berobat udah pindah ke RSUD kota bogor gpp jauh yg penting pelayanannya mantap. 

@Reyna Juliana: Ini mah depan mata pisan kejadiannya,, lg d igd,, kaget ada yg ribut-ribut smpe gemeteran liatnya kasihan memang istri nya,,,

@Fika Ratim: aku jga pernah pas mau bawa jenazah suami Ku dri RS ke rumah katanya ambulannya ga ada klo mau nunggu smpe siang dn suami mninggal malam, trnyata Pas.

Dari sana, pihak management angkat suara usai viral dimedia sosial TikTok, karena unggahan video dari akun @SelviDamayanti27.

Dilansir dari berbagai sumber, salah satunya akun instagram RSUD Leuwiliang melalui keterangan resmi atas nama Direktur RSUD Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri menjelaskan bahwa pasien yang dimaksud pertama kali diantar oleh satu orang temannya pasca mengalami kecelakaan lalu lintas, dan mendatangi RSUD Leuwiliang pada Kamis malam (9/11/23).

Pasien yang diterima oleh petugas IGD dalam keadaan sadar dan dapat berkomunikasi, lantas dilakukan pemeriksaan oleh dokter. 

Dan pasien mendapatkan terapi, dilakukan pembersihan luka, merawat luka, memasang spalk pada kaki kiri, memberikan suntikan obat penghilang nyeri.

Lebih lanjut, pasien dirawat di RSUD Leuwiliang untuk kondisi patah kakinya. Namun seusai pemeriksaan lanjutan, ternyata dibutuhkan dokter spesialis bedah saraf.

Maka akan dirujuk ke Rumah Sakit yang memiliki dokter spesialis bedah saraf, karena RSUD Leuwiliang belum memiliki dokter spesialis bedah saraf.

“Kemudian keluarga pasien datang yaitu orang tua pasien, dan dokter memberikan edukasi kembali, tetapi mengatakan tetap menunggu suami pasien datang,” ujar Vitrie Winastrin kepada awak media pada Sabtu (11/11/23).

Sampai setelah sang suami datang, lanjut Vitrie, diberikan edukasi kembali oleh dokter tentang kondisi pasien sesuai penjelasan diatas.

“Ketika dijelaskan prosedur rujukan, keluarga ingin langsung membawa pasien ke rumah sakit lain dengan kendaraan sendiri,” ungkapnya.

Dari sana, dokter pun menjelaskan prosedur rujukan antar Rumah Sakit, yang mana harus melalui Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).

"Dan itu dilakukan agar rumah sakit yang akan menjadi tempat rujukan, mengetahui kondisi dan kebutuhan pasien," katanya.

Setelah Rumah Sakit yang dituju siap menerima pasien, maka pasien akan diantar menggunakan ambulans rumah sakit dengan didampingi oleh tenaga kesehatan dari RSUD Leuwiliang.

“Tetapi setelah dijelaskan, keluarga pasien tetap akan membawa pasien memakai kendaraan sendiri,” lanjut dia menerangkan.

Dari sana pun, dokter melakukan edukasi ulang terkait prosedur SPGDT beberapa kali untuk menjaga agar kondisi pasien tetap stabil.

“Suami dan keluarga tetap menolak menggunakan SPGDT dan tetap akan menggunakan kendaraan sendiri, dan ternyata petugas rumah sakit melihat telah ada kendaraan yang menjemput pasien tersebut,” bebernya.

Dan terkait pernyataan unggahan dimedia sosial yang mengatakan bahwa ambulan rumah sakit disembunyikan, jajaran managemen RSUD Leuwiliang belum memberikan keterangannya.

“Sementara (keterangan) yang dirilis dulu aja,” ujar Humas RSUD Leuwiliang yakni Amir, seperti dikutip portalbogor.com dari bogorupdate.com pada Senin, 13 November 2023.

Sampai selang pada hari berikutnya, Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri angkat bicara pasca viralnya video di TikTok terkait pelayanan penggunaan ambulans yang diduga tak dilayani dengan baik.

“RSUD Leuwiliang memiliki tiga ambulans, dan dua untuk mobil jenazah. Kami juga memiliki 7 driver (supir) yang bertugas secara bergantian,” kata Vitrie Winastri kepada wartawan, Minggu (12/11/23).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan secara aturan, sebenarnya pelayanan ambulans di RSUD Leuwiliang berjalan selama 24 jam.

“Kami juga merujuk pasien dengan sistem pelayanan gawat darurat terpadu (SPGDT) antar Rumah Sakit agar memastikan kebutuhan pasien bisa dipenuhi yang kami rujuk,” terangnya.

Tidak hanya itu, Vitrie pun berkilah bahwa untuk jam kerja supir ambulans berlangsung secara dua shift pagi dan malam.

“Yang jelas pasien kalau sudah siap dirujuk maka menghubungi tim ambulans dan segera meluncur sesuai kebutuhan, bisa didampingi perawat atau dokter,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pasien BPJS sudah dicover sepenuhnya, kalau pasien lain (umum) mengikuti secara peraturan tergantung permintaan pasien.

“Mobil ambulans standby dan kita menggunakan sistem pelayanan gawat terpadu tentang rujukan pasien,” tegas Vitrie seperti dikutip dari sejumlah media lokal.

Sementata itu, pihak pengungah video viral di TikTok dengan akun @SelviDamayanti27 belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut.***

(Dede Surya)